Kembali ke Artikel

Gagal Komunikasi dan Perceraian

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan mendasar

Dalam suatu hubungan percintaan atau pernikahan, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dalam membangun dan menjalani sebuah hubungan jangka panjang yang harmonis. Rasa cinta yang telah dirintis sejak lama akan dengan mudah dijembatani oleh komunikasi dua arah yang baik. Akan tetapi, pada kenyataannya ternyata masih banyak pasangan baru ataupun lama yang belum faham betul tentang bagaimana menjalin komunikasi yang baik dan efisien dengan pasangannya. Terlebih lagi terjadinya salah paham atau miskomunikasi itu juga sering muncul dalam kehidupan berumahtangga yang bisa menyebabkan konflik dan perceraian.

Sering kali tanpa disadari oleh pasangan bahwa sebuah kebohongan kecil yang disimpan dan terus menumpuk bisa berpotensi menimbulkan kecurigaan atau bahkan perceraian. Suatu saat Anda mungkin bisa berhasil melakukan kebohongan, akan tetapi ada kemungkinan bahwa Anda akan ketahuan dalam kebohongan-kebohongan berikutnya.

Penting sekali untuk diingat bahwa jangan pernah sekalipun untuk memiiiki sebuah hubungan percintaan yang dilandasi dengan kebohongan. Hal ini juga berlaku sebenarnya untuk hubungan pertemanan, persahabatan, bisnis dan kekeluargaan. Segeralah bicarakan dan diskusikan berdua jika ada permasalahan penting atau sesuatu yang mengganjal di hati tentang apapun dan cari solusi untuk menyelesaikannya berdua.

Agar hubungan Anda dan pasangan tidak berakhir, mulailah berusaha untuk selalu bisa mendengarkan pasangan dengan baik. Jangan pernah merasa selalu dominan, egois dan ingin didengarkan. Sikap saling peduli untuk mau mendengarkan apa yang diutarakan Anda dan pasangan adalah bukti Anda berdua saling menaruh rasa hormat satu sama lain.

Saling mendengarkan akan mempertemukan Anda dengan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Anda bisa saling instrospeksi diri, bukan saling berpegang pada pendapat masing-masing. Semua orang tumbuh dalam budaya yang 'mendewasakan cara bicara' mereka. Ada yang begitu ceplas-ceplos, ada juga yang sangat pandai dalam menempatkan diri saat berbicara. Namun tak ada yang benar-benar suka dengan kata-kata kasar, apalagi bila itu keluar dari mulut pasangan.

Ketika Anda mengucapkan kata kasar pada pasangan Anda, maka saat itu sudah ada lubang di hati yang tak akan terhapus dan tak akan ia lupakan. Mungkin hidup dalam cacian akan membuat Anda lebih kebal dengan omongan satu sama lain. Namun juga menjauhkan Anda dari cinta yang sesungguhnya. Berusahalah untuk selalu berkata jujur dan terbuka kepada pasangan. Jangan merasa lelah untuk saling mendengarkan. Jangan gengsi untuk meminta maaf bila memang Anda melakukan kesalahan.

Pada dasarnya memang tidak dapat dipungkiri bahwa wanita cenderung lebih ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ia rasakan bila dibandingkan para pria. Persoalan yang kecil dan sepele, terkadang dapat menjadi pemicu masalah besar antara Anda dan pasangan. Namun, tidak semua yang Anda rasakan, harus Anda ungkapkan saat itu juga. Seperti halnya ketika Anda sudah tidak tahan lagi dengan pasangan, dan ingin segera memutuskan hubungan. Sebaiknya, Anda lebih memperhatikan lagi situasi di sekitar Anda. Jangan sampai kalimat tersebut keluar di saat dan tempat yang salah.

Khusus bagi pasangan menikah, menjalani setiap fase dalam pernikahan adakalanya menemui konflik. Konflik tersebut seringkali terjadi karena gagalnya komunikasi yang baik. Selain itu, usia pernikahan yang sudah puluhan tahun pun tak pelak menyerah pada ketidakcocokan. Apabila perceraian pun lantas dipilih sebagai solusi, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Apabila berpisah menjadi keputusan yang Anda anggap terbaik, maka tidak ada lagi yang perlu Anda khawatirkan. Pikirkan saja hikmah positif dari perpisahan Anda dengan pasangan. Faktanya, banyak wanita yang lebih bahagia setelah menjalani masa lima tahun perceriannya. Hal itu bukan karena mereka telah mampu melewati kesendirian dan depresi pasca bercerai, namun mereka merasakan kepuasan karena mampu memegang kendali atas hidupnya sendiri.

JIka dalam pernikahan sudah mengakibatkan stres berkepanjangan, maka bisa berpotensi menyebabkan timbulnya bermacam penyakit baik fisik maupun psikologis. Bisa jadi, perceraian menjadi jalan keluar untuk meraih kehidupan yang sehat secara fisik dan mental.

Memutuskan untuk hidup sendiri akan membuat Anda menghadapi sendiri berbagai urusan sehari-hari dan salah satunya adalah urusan keuangan. Anda tak perlu lagi dipusingkan lagi oleh segala urusan keuangan bersama, karena kini Anda punya kendali penuh atas keuangan pribadi. Aturlah dengan lebih bijak dan baik.

Ketika orangtua akhirnya memutuskan bercerai, anak akan selalu menjadi korban. Namun, seiring waktu anak akan tumbuh lebih sensitif dari kelihatannya. Mereka menjadi lebih mengerti kenapa orangtuanya berpisah. Dan percekcokan yang tak lagi ada di dalam rumah memengaruhi kesehatan psikologis mereka. Jika sudah yakin akan bercerai maka tak ada yang perlu ditakutkan sebenarnya, karena menurut penelitian, perceraian di pernikahan kedua lebih jarang terjadi dibanding pernikahan pertama. Belajarlah dari pengalaman sebelumnya.