Kembali ke Artikel

Jatuh Cinta Dengan Rekan Sekantor

Jatuh cinta sesama teman satu memang tidak dilarang, namun ...

Timbulnya rasa cinta pada seseorang memang seolah tidak mengenal waktu dan tempat. Rasa cinta bisa hadir tiba-tiba dalam kehidupan Anda, tidak terkecuali di lingkungan tempat kerja Anda. Benih-benih cinta dengan teman sekantor sangat besar kemungkinan bisa terjadi, karena frekuensi pertemuan yang tinggi, persamaan visi misi, rasa nyaman dan kecocokan sau sama lain.

Sebenarnya tak ada yang menyalahkan jika Anda tiba-tiba jatuh cinta pada teman sekantor. Dan tak sedikit pula memang, pasangan yang berhasil menunjukkan kekuatan dan mempertahanakan cinta mereka, dari bertemu di lokasi kerja hingga menikah dan bahkan mempunyai anak. Namun, tak sedikit juga yang menyesal karena jatuh cinta dengan teman sekantor. Berikut ini beberapa kemungkinan dan resiko yang bisa terjadi apabila Anda berpacaran dengan rekan kerja.

Susah Bersikap Profesional

JIka cinta sudah berbenturan dengan dunia kerja, maka akan terasa sulit untuk memisahkan antara professionalisme antara rekan kerja dengan perasan cinta terhadap pasangan. Ada anggapan bahwa cinta itu buta dan dalam hal ini bisa membutakan sikap professional kerja dari seseorang. Anda mungkin akan serba  salah untuk bersikap, pastinya sikap yang Anda tunjukkan berbeda kepada pasangan dibandingkan kepada teman kerja lainnya dan kesannya jadi lebih membela dirinya. Di sisi lain, jika Anda bersikap terlalu professional mungkin nanti hubungan Anda malah jadi retak atau bahkan putus di tengah jalan.

Tekanan Pekerjaan

Jika Anda bekerja di perusahaan yang tekanan pekerjaannya tinggi, maka ada kemungkinan Anda akan merasakan tekanan tersebut menjadi lebih tinggi lagi. Di samping memikirkan pekerjaan, tentu saja Anda akan memikirkan tentang cara menjaga hubungan atau menjaga etika professionalisme kerja dengan teman sekantor yang lain.

Gosip

Kebersamaan yang Anda tunjukkan bisa menjadi bahan gossip yang akan selalu hangat untuk dibicarakan oleh sesama teman kerja. Dan penting untuk diingat bahwa ketika Anda memutuskan untul berpacaran dengan rekan kerja, maka bukan hal yang tidak mungkin jika selamanya Anda dan pasangan akan jadi bahan pembicaraan atau gossip abadi buat rekan sekantor.

Reputasi Terancam

Apabila hubungan percintaan Anda di masa mendatang tetap langgeng dan baik-baik saja, reputasi Anda di mata perusahaan dan teman kantor tentunya akan selamat. Namun apabila ada masalah-masalah besar dan malah hubungan Anda putus di tengah jalan, maka tak ada jaminan reputasi Anda akan tetap baik terutama jika pasangan malah mengumbar kejelekan dan rahasia hidup Anda setelah putus.

Mental Saat Putus

Setelah putus hubungan, tentunya Anda akan bertemu dia terus dan merasakan situasi yang tidak nyaman ketika masih harus bertemu setiap harinya. Ada kemungkinan Anda akan merasa tertekan bahkan depresi dan menjadi kurang fokus terhadap pekerjaan. Kalau memang Anda berusaha menghindari dan berpindah ke lain hati, ini akan menjadi tantangan bagi Anda sendiri, karena ia pasti berusaha meminta balikan dan menjadi kekasih Anda.

Rentan Konflik

Intensitas pertemuan yang sangat tinggi terkadang bisa memicu rasa bosan melanda Anda dan pasangan. Lebih jauh lagi malah menurunkan kadar kerinduan ANda terhadapa pasangan. Hal ini bisa membuat permasalahan yang sepele berubah menjadi masalah besar dan merenggangkan hubungan cinta Anda berdua.

Sanksi

Secara umum, semua kantor atau perusahaan memiliki aturan yang tidak membolehkan karyawan untuk berpacaran atau berhubungan dekat. Jika perusahaan tempat Anda bekerja sekarang memiliki kebijakan ini, maka lihat dan pikir-pikir lebih jauh sanksi-sanksinya. Jika ternyata risikonya memang dipecat sebaiknya salah satu dari Anda harus mengundurkan diri dari perusahaan.