Breadcrumbs

Pentingnya Edukasi Seks Untuk Anak

Seberapa pentingkah edukasi seks untuk anak itu?

Berbincang-bincang dengan topik seks mungkin sudah bukan hal yang tabu lagi di dalam masyarakat. Bahkan semua kalangan di berbagai usia kini telah mengenal seks, entah hanya sekedar tahu, mengerti, waspada dan malah melakukannya. Edukasi seks untuk anak sebaiknya diberikan sedini mungkin. Hal ini penting untuk diberikan karena memiliki banyak tujuan yang bermanfaat. Selain untuk menghindarkan anak dari kejahatan seksual sejak dini, pengetahuan tentang seks juga bertujuan untuk memberi pengertian bahaya seks jika disalahgunakan.

Pentingnya pengetahuan seks sejak dini juga untuk memberi pengertian pada anak bahwa seks tidak boleh dilakukan jika belum waktunya. Sebisa mungkin anak diberi pengertian bahwa jika seks dilakukan di bawah umur akan memberi lebih banyak dampak negatif daripada positif baik secara fisik maupun psikologi. Jika terjadi kehamilan dini akibat melakukan hubungan seksual belum waktunya, kemungkinan yang akan terjadi adalah anak yang dikandung akan cacat.

Selain itu dampak psikologis yang harus dialami adalah tekanan mental karena harus menjalani kehidupan rumah tangga tanpa persiapan dan tanpa kematangan emosional. Pernikahan dibawah umur tentunya belum memiliki kematangan emosi dan mental sehingga mereka belum dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga, hal ini memungkinkan terjadi perceraian. Dengan demikian pendidikan seks untuk anak akan mencegah terjadinya pernikahan dini akibat seks yang dilakukan secara bebas. Dalam jangka panjang, pendidikan seks sejak dini juga akan menurunkan tingkat perceraian yang sebagian besar dikarenakan oleh pernikahan dibawah umur.

Memberikan pendidikan seks sejak masih anak-anak ini tidak lepas dari peran orang tua. Sebaiknya pendidikan seksual kepada anak dimulai dari orang tua dengan cara yang beragam sesuai dengan pola yang diinginkan orang tua. Jika anak sudah mulai bertanya tentang apapun yang berhubungan dengan seks, sebaiknya orang tua dengan sabar dan penuh kerelaan memberi penjelasan. Biasanya anak akan aktif bertanya, mulai dari apa itu alat kelamin, apa itu menstruasi dan masih banyak lagi yang lain.

Edukasi seks untuk anak dapat pula berupa pengertian atau penjelasan tentang bagaimana cara membersihkan alat kelamin setelah buang air bersih atau besar. Berikan contoh yang benar cara membersihkannya, kemudian berikan pesan kepada anak anda jika suatu saatbaby sitteratau siapapun yang membersihkan dengan cara yang berbeda maka segera melaporkan kepada anda.

Hal ini bertujuan untuk mencegah anak terhindar dari kejahatan seksual yang sudah meresahkan masyarakat, terutama bagi para orang tua yang mempunyai anak. Tak dipungkiri kini banyak sekali kejahatan seksual yang korbannya adalah anak di bawah umur. Banyaknya kejahatan seksual ini salah satunya juga dapat diakibatkan oleh kurangnya pendidikan seksual pada anak. Sehingga anak-anak banyak yang menjadi korban seksual namun mereka tak menyadarinya. Jika hal ini terus berlangsung maka akan membuat pelaku kejahatan seksual akan semakin banyak.

Tak sedikit anak yang menjadi korban kejahatan seksual akhirnya harus kehilangan masa depannya karena kehilangan kepercayaan diri. Selain itu, tak sedikit pula yang harus menderita penyakit yang berbahaya karena tertular oleh pelaku kejahatan seksual. Untuk mencegah itu semua tentunya tidak dapat dilakukan secara instan. Salah satu sikap remaja adalah ingin tahu yang semaki besar namun mereka sudah muali merasa malu bertanya. Jika pendidikan seksual diberikan pada saat mereka remaja, maka mereka akan mencari tahu sendiri. Nah, cara yang ditempuh kadang-kadang memang menyimpang dan dapat dikategorikan sebagai cara yang salah. Untuk itu edukasi seks untuk anak wajib diberikan sejak dini baik oleh orang tua maupun guru di sekolah.