Breadcrumbs

Galau tentang Cinta? Baca Dulu Artikel Ini!

“He loves me… he loves me not… he loves me… he loves me not…” Ngaku deh, siapa yang pernah ngelamun mikirin si dia, thinking whether he loves you back or he just simply being nice to you?

Jaman sekarang, khususnya di era digital di mana kegiatan ngepoin gebetan semudah membalikkan telapak tangan—lihat akun medsosnya aja!—rasanya persoalan tentang cinta tidak serumit jaman dulu, di mana proses perkenalan, penjajakan sampai pacaran belum ditunjang akses teknologi yang memadai. Sekarang, kamu tidak perlu lagi cari tahu kabar si dia yang beda kantor atau beda kota dari mutual friends kalian atau via surat konvesional yang nyampenya bisa berhari-hari. Di jaman teknologi canggih seperti ini kamu bahkan bisa mendapatkan pasangan ngedate hanya dengan satu gerakan swipe di layar handphone! Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, kamu mungkin gak perlu risau lagi kalo mikirin tentang cinta, bener gak?

Eits, terlepas dari segala manfaat dari teknologi digital saat ini, ternyata persoalan cinta via teknologi digital gak selamanya berdampak baik. Dilansir dari Pew Research Center, penggunaan media sosial sebagai wadah untuk saling berinteraksi dengan pasangan, bertukar kabar sehingga memperlancar komunikasi nyatanya juga bisa menimbulkan rasa cemburu maupun keraguan antar-pasangan, loh.

Berhati-hati dalam memilih pasangan

Persoalan tentang cinta memang seperti tidak ada habisnya. Ketika kamu sedang mendambakan balasan cinta dari seseorang yang sangat kamu sukai, kamu mungkin akan menstalking akun media sosialnya satu persatu. Kamu juga bisa merasa sangat berbunga-bunga kalau si dia menyukai atau men-share postingan kamu. Apalagi kalau dia sampai merespon melalui pesan pribadi! Tapi, jangan terlalu terbuai dengan aksi seseorang di media sosial, ya. Studi yang dilakukan Pew Research Center tahun 2014 silam mengungkap bahwa kebanyakan perempuan pengguna media sosial menerima modus flirting tak nyaman dari seseorang, sehingga 25% dari mereka akan memblokir atau menghapus akun si penggoda dari daftar pertemanan.

Tapi tidak hanya di dunia maya, kamu pun harus berhati-hati memilih pasangan yang kamu kenal dari lingkungan sekitarmu. Bagi para perempuan, carilah lelaki yang benar-benar terobsesi denganmu, yang suka melampirkan note kecil bertuliskan kata-kata sayang di buku agendamu, yang tiba-tiba menelponmu di malam hari hanya untuk mendengar suaramu, yang rela menyetir berjam-jam hanya untuk menemuimu beberapa menit. Carilah lelaki yang benar-benar yakin akan pilihannya padamu, yang sayang beneran sama kamu, mau menempatkanmu sebagai prioritas utama dan selalu siap mendampingi kapanpun saat kamu membutuhkannya. Dan yang lebih penting, carilah seseorang yang membuat dirimu sendiri yakin bahwa dialah orangnya, bukan orang yang membuatmu ragu dan sempat bertanya-tanya: apakah dia benar-benar cinta?