Breadcrumbs

Gejala dan Ciri-ciri HIV Serta Pengobatannya

Ciri-ciri HIV dan gejala infeksi virus penyakit menular seksual yang satu ini penting untuk dipelajari, karena deteksi dini HIV dapat membantu memastikan pengobatan HIV yang tepat untuk mengendalikan virus dan mencegah perkembangan ke tahap 3 HIV. Jika seorang penderita sudah mencapai tahap 3, maka dapat dipastikan ia memiliki AIDS.

Pengobatan HIV dini dengan menggunakan obat antiretroviral juga dapat meminimalisir jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga dapat mencegah penularan ke orang lain.

Ciri-ciri HIV Serta Pengobatan HIV yang tepat

Ciri-ciri HIV Tahap Awal yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal HIV terlihat mirip dengan penyakit flu, yang dapat meliputi:

- sakit kepala

- demam

- lesu

- pembengkakan kelenjar getah bening

- sakit tenggorokan

- sariawan

- munculnya ruam

- nyeri otot dan sendi

- bisul di mulut atau alat kelamin

- diarea

 

Ciri-ciri HIV dini ini umumnya muncul dalam satu hingga dua bulan setelah penularan, namun dapat juga muncul lebih cepat bagi beberapa orang. Namun tidak semua orang mengalami gejala awal ini setelah tertular HIV. Selain itu, karena gejala-gejala di atas juga serupa dengan gejala penyakit umum, sebaiknya periksakan dirimu untuk memastikan apakah ini gejala HIV atau penyakit lainnya.

HIV dapat bersembunyi di dalam tubuh dan tidak menunjukkan gejala apa pun hingga 10 tahun. Namun, ini bukan berarti virusnya hilang dari dalam tubuh. Jika tidak diobati, HIV dapat berlanjut ke tahap 3 bahkan jika tidak muncul gejala apa pun. Inilah mengapa deteksi dini sangat penting. Dengan pengobatan HIV yang tepat, seorang penderita HIV dapat tetap hidup normal dan sehat dalam jangka waktu panjang.

Pengobatan HIV yang Tepat Dapat Mengendalikan Serangan Virus Pada Tubuh

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV 100%. Namun, perkembangan medis telah menghasilkan pengobatan HIV yang efektif untuk membantu seorang penderita untuk hidup sehat dalam jangka waktu panjang. Saat seseorang teruji positif mengidap HIV, maka pengobatan antiretroviral harus dimulai sesegera mungkin.

Pengobatan antiretroviral adalah satu-satunya cara untuk mengendalikan virus HIV dan mencegahnya merusak sistem kekebalan tubuh. Dengan mengkonsumsi pengobatan HIV ini, seorang penderita juga dapat mengurangi risiko penularan HIV ke pasangannya.

Deteksi dini sangat penting dalam hal ini, karena jika HIV sudah berkembang menjadi tahap 3 atau AIDS, sangat sulit untuk mengendalikan virus HIV karena sistem kekebalan tubuh sudah rusak, dan infeksi penyakit biasa seperti flu bisa berakibat fatal bagi penderita AIDS. Oleh karena itu, ayo praktekkan perilaku seks sehat dan bertanggung jawab, dan periksakan diri ke dokter secara rutin untuk deteksi dini.