Breadcrumbs

Gonorea, STD Berbahaya yang Dapat Menimbulkan Masalah Kesehatan Jangka Panjang!

Kerap disebut gonore atau kencing nanah, penyakit gonorea disebabkan oleh bakteri dan dapat memengaruhi kesuburan. Penyakit STD yang satu ini merupakan penyakit kelamin yang dapat menginfeksi serviks dan saluran tuba pada perempuan dan testis serta kelenjar prostat pada laki-laki.

Mengenal Gonorea, Penyakit Kelamin yang Berbahaya

Penularan dan Gejala STD Gonorea

Gonorea menular melalui hubungan intim dengan pengidap gonorrhea. Bakteri penyebab gonorea dapat tumbuh dan berkembang biak dengan mudah di selaput lendir tubuh, dan area organ yang lembap dan hangat seperti saluran reproduksi, termasuk leher rahim, uterus, tuba falopi, dan di uretra. Bahkan, bakteri gonorea juga dapat berkembang biak di mulut, tenggorokan, dan anus.

Ada beberapa gejala dan ciri-ciri penyakit gonorea, namun umumnya, penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun pada penderita hingga saat telah mencapai tahap lanjut. Inilah mengapa penyakit STD gonorea sangat berbahaya.

Beberapa gejala gonorea di antaranya:

  1. Pada laki-laki:
  • Rasa panas atau terbakar ketika buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil yang sering
  • Keluarnya nanah dari penis
  • Penis bengkak dan kemerahan
  • Bengkak atau nyeri pada testis
  • Sakit tenggorokan
  1. Pada perempuan:
  • Keluar cairan dari vagina
  • Pendarahan saat tidak menstruasi
  • Rasa panas saat buang air kecil
  • Frekuansi buang air kecil yang sering
  • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul
  • Bengkak pada vulva
  • Demam

Ingatlah bahwa gejala-gejala di atas belum tentu terjadi pada semua pengida penyakit gonorea. Jika terlambat diobati, gonorea dapat menyebabkan penyakit radang panggul pada perempuan dan masalah pada prostat bagi laki-laki. Penyakit ini juga dapat mengakibatkan kemandulan pada laki-laki dan perempuan.

Pencegahan Penularan Penyakit Kelamin Gonorea

Cara terbaik untuk melindungi diri dari risiko penularan STD Gonorea adalah dengan menghindari seks bebas. Perilaku seks dengan bergonta-ganti pasangan akan menimbulkan risiko infeksi berbagai penyakit kelamin, tidak hanya gonorea, kamu juga bisa tertular herpes, sipilis, hingga HIV.