Breadcrumbs

Jerawat Kelamin, Apakah Pasti Akibat Sifilis?

Oleh: dr. Valda Garcia dari Tim Redaksi Klikdokter

Banyak yang percaya bahwa jerawat kelamin pasti terjadi akibat adanya penyakit sifilis. Benarkah ini?

Kemunculan jerawat pada kelamin adalah hal yang harus diwaspadai. Sebab, kondisi tersebut dapat terjadi akibat adanya infeksi menular seksual (IMS) yang dikenal dengan nama sifilis.

Sifilis adalah kondisi yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini bisa terjadi jika Anda berhubungan seksual dengan penderita, diturunkan dari ibu ke janin, mendapatkan transfusi darah dari orang yang terinfeksi, dan paparan bakteri sifilis pada luka terbuka.

Faktor risiko dan gejala sifilis

Seseorang yang telah aktif berhubungan seksual memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami sifilis. Risiko tersebut bisa melonjak tinggi apabila Anda memiliki kondisi-kondisi berikut ini:

  • Berhubungan seksual tanpa kondom
  • Pria yang berhubungan seksual dengan sesama jenis
  • Telah mengalami infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
  • Berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan

Ketika seseorang terkena sifilis, gejala yang timbul sangat bervariasi berdasarkan tahapan infeksi yang sedang terjadi. Secara umum, gejala primer yang timbul adalah luka pada kelamin yang tidak nyeri.

Jika pada tahap ini penyakit tidak diobati dengan baik, gejala akan semakin parah dan membuat penderita mengalami kondisi berikut ini:

  • Ruam tidak gatal di seluruh tubuh
  • Demam
  • Luka pada mulut, anus, dan kelamin
  • Nyeri otot dan mudah lelah
  • Radang tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Rambut rontok dan nyeri kepala
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Lalu, bagaimana dengan kemunculan jerawat kelamin? Apakah sudah pasti disebabkan oleh sifilis? Tidak selalu. Munculnya luka atau jerawat pada kelamin memang bisa disebabkan oleh sifilis. Namun, sifilis bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya kondisi tersebut.

Faktanya, jerawat kelamin juga bisa disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut ini:

  • Herpes genital. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi herpes simplex virus type 2 dan merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS).
  • Chancroid. Kondisi ini disebabkan oleh Haemophilus ducreyi dan luka yang dirasakan sangatlah nyeri.
  • Sindrom Kondisi ini tidak disebabkan oleh infeksi menular seksual, melainkan oleh penyakit autoimun yang juga dapat menimbulkan masalah pada mata.

 

Cara mencegah sifilis

Sifilis bisa dicegah dengan menjalankan gaya hidup bersih dan sehat, termasuk menerapkan kebiasaan berhubungan seksual dengan aman. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:

  • Jaga kebersihan tubuh dengan mandi setidaknya dua kali sehari.
  • Gunakan kondom ketika berhubungan seksual. Pastikan kondom yang dipilih terbuat dari bahan lateks alami dan mampu menyesuaikan bentuk penis (easy on shape).
  • Setia pada satu pasangan seksual.
  • Hindari penggunaan sex toys dan jarum suntik secara bergilir atau bergantian dengan orang lain.
  • Bersikap terbuka untuk menerima informasi yang benar seputar kesehatan seksual dan reproduksi.
  • Selalu bertanggung jawab dengan berpikir panjang dan memahami segala risiko dari tindakan yang dilakukan.
  • Lakukan pemeriksaan seksual dan fungsi reproduksi bersama pasangan.

Jerawat penis memang tak melulu disebabkan oleh sifilis. Meski begitu, Anda tetap harus berobat ke dokter jika memang mengalami kondisi tersebut. Sebab, kemunculan jerawat pada penis bisa menjadi tanda dari adanya infeksi menular seksual (IMS).

 

#Eduka5eks

 

(NB/ RH)