Breadcrumbs

Kamu Harus Tahu di Masa Pubertas: Pengaruh Pil Kontrasepsi Pada Tubuhmu

Saat ini, alat kontrasepsi dapat dengan mudah ditemukan di mana pun. Kamu bisa membeli alat kontrasepsi melalui apotik, secara online, atau dari dokter. Alat pengaman seks ini digunakan oleh berbagai kalangan usia, oleh karena itu fungsi dan dampak penggunaan alat kontrasepsi sangat penting diketahui. Kesalahan pemakaian alat kontrasepsi dapat memiliki konsekuensi besar, seperti terjadinya hamil di luar nikah atau penyakit menular seksual.

Bagi para remaja yang sedang melalui masa pubertas, biasanya rasa penasaran bikin kamu ingin coba-coba. Tapi berhati-hatilah dan pikirkan dengan matang sebelum kamu mengambil langkah berikutnya. Jangan sampai kebablasan, kamu tentu tidak mau sampai hamil di luar nikah, kan?

Pil kontrasepsi merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang paling populer saat ini. Selain lebih mudah didapatkan, alat kontrasepsi ini juga memiliki banyak manfaat selain untuk mencegah kehamilan. Bagi wanita yang kerap mengalami sindom PMS dan kram haid, pil kontrasepsi yang mengandung hormon dapat membantu meringankan masalah haid tersebut.

Namun tahukah kamu, meskipun pil kontrasepsi sangat efektif dalam menunda kehamilan, ternyata ada beberapa faktor mengejutkan yang dapat membuat pil tidak berfungsi optimal, atau bahkan gagal berfungsi sama sekali.

Faktor-faktor yang membuat pil kontrasepsi tidak berfungsi optimal

Penyakit dan Diare

Efektivitas pil kontrasepsi berkurang saat seseorang mengalami muntah atau diare dalam kurun waktu dua jam setelah mengkonsumsi pil. Ini terjadi karena pil KB memerlukan waktu 2 jam untuk dicerna ke dalam sistem tubuh kamu. Saat terjadi pengeluaran cairan tubuh dalam jumlah banyak seperti diare, maka alat kontrasepsi ini tidak akan dicerna sepenuhnya.

Jika kamu jatuh sakit dalam waktu dua jam setelah mengkonsumsi pil kontrasepsi, maka pil tidak akan sempat memasuki sistem tubuh. Kamu dapat mengantisipasi dengan segera meminum pil baru setelah muntah atau diare, namun jika penyakit tersebut masih berlanjut, maka perlindungan alat kontrasepsi dapat dinyatakan tidak berfungsi. Hindarilah melakukan hubungan seksual selama 24 jam, atau jika kamu ingin melakukan aktivitas seksual, gunakan kondom sebagai alat kontrasepsi hingga kamu sembuh dari sakit.

Meminum Pil Secara Tidak Teratur

Jenis kontrasepsi berbentuk pil ini harus dikonsumsi secara rutin setiap hari pada waktu yang sama. Meminum pil secara tidak teratur dapat mengurangi efektivitasnya, dan meningkatkan resiko terjadinya hamil di luar nikah. Jika kamu lupa meminum pil lebih dari 24 jam setelah waktu terakhir mengkonsumsi pil, maka efektivitas pil akan berkurang drastis, dan resiko kehamilan akan meningkat. Oleh karena itu direkomendasikan untuk mengkombinasikan pil KB dengan alat kontrasepsi lainnya untuk perlindungan maksimal.

Penyimpanan Pil Kontrasepsi

Kondisi tempat penyimpanan pil juga dapat mempengaruhi efektivitasnya. Jangan menyimpan pil KB di tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung atau bersuhu panas, karena hal ini dapat mempengaruhi alat kontrasepsi kamu. Ingatlah untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa semua obat sebelum kamu mengkonsumsinya.

Antibiotik dan Obat-obatan Tertentu

Sebagian besar jenis obat-obatan aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan jenis kontrasepsi ini, namun ada beberapa obat tertentu yang dapat berinteraksi dan membuat pil kontrasepsi tidak bekerja dengan efisien. Salah satu antibiotik yang dapat memengaruhi efektivitas pil kamu adalah Rifabutin yang umumnya digunakan untuk mengobati TBC. Efek samping yang timbul akibat penggunaan antiobiotik ini adalah haid yang tidak teratur sehingga meningkatkan resiko kehamilan, bahkan jika kamu menggunakan pil kontrasepsi secara teratur.

Di masa pubertas ini, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan doktermu mengenai obat-obatan yang dapat mengganggu pil KB kamu, dan gunakan alat kontrasepsi tambahan seperti kondom untuk menjamin pencegahan kehamilan yang efektif.

Ingat, walaupun pil kontrasepsi adalah salah satu jenis kontrasepsi yang paling populer dan efektif, pil tidak dapat melindungi kamu dari berbagai infeksi atau penyakit menular seksual. Untuk proteksi maksimal bagi kamu dan pasangan, pastikan kamu selalu menggunakan kondom saat berhubungan intim.

Ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan seksual dan reproduksi? Kunjungi EDUKA5EKS untuk melihat lebih banyak informasi terkini seputar edukasi seks, pubertas, dan kesehatan reproduksi. Edukasi seksual itu memang #enaknyadiobrolin!