Breadcrumbs

Mari Bicara Tentang Seks!

Diskusi merupakan bagian penting dari pendidikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (KSR). Tidak hanya dengan teman-teman sebaya, kamu juga sebaiknya mencari informasi dari sumber-sumber yang bisa diandalkan, seperti contohnya orangtuamu. Yup, pada awalnya mungkin terasa sangat menegangkan, apalagi jika orangtuamu termasuk tipe yang konservatif ataupun strict.

Memulai Diskusi Sehat Tentang Seksualitas Bersama Orangtua

Dengan memberanikan diri bicara kepada orangtua, kamu akan mendapatkan pengetahuan baru seputar seks dan kesehatan reproduksi yang bermanfaat. Pilihlah kesempatan yang tepat saat orangtua sedang santai sehingga mereka dapat fokus memberikan jawaban, dan jangan memaksa dengan langsung membahas hal-hal yang terlalu vulgar. Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan umum seputar KSR dan berikan mereka waktu untuk beradaptasi dengan aktivitas baru ini.

Tips Ngobrol Tentang Seks Dengan Orangtua

Untuk memudahkan dirimu, berikut beberapa tips tentang bagaimana memulai pembahasan seks dengan orangtua:

  1. Kamu bisa mencoba menggunakan contoh dari film atau artikel di majalah untuk memulai pembicaraan tentang seks secara umum. Perlahan-lahan, kamu bisa memulai membahas topik-topik personal yang lebih berkaitan dengan dirimu.
  2. Bukalah percakapan dengan menanyakan orangtua tentang pengalaman mereka saat muda. Pertanyaan seperti kapan orangtua pertama kali mulai naksir teman, kapan mereka pertama kali mulai pacaran, dan semacamnya. Saling sharing tentang pengalaman pribadi dalam percakapan yang informal akan membuat suasana lebih nyaman bagi kamu dan juga orangtuamu.
  3. Mengakui dengan jujur. Katakan pada orangtua bahwa topik ini mungkin terasa aneh, tapi kamu membutuhkan saran dan jawaban dari mereka tentang seks sebagai pengetahuan agar kamu bisa lebih menjaga diri kamu.
  4. Pikirkan terlebih dahulu apa yang ingin kamu tanyakan, jika perlu tuliskan dulu di kertas agar kamu tidak bingung saat mulai ngobrol dengan orangtua.
  5. Bagilah diskusi mengenai seks dalam beberapa sesi. Semakin banyak kamu berdiskusi dengan orangtua, obrolan akan terasa lebih santai dan lama-kelamaan, diskusi tentang seks akan menjadi bagian normal dari kehidupan keluargamu.

Jika kamu merasa sungkan untuk berdiskusi dengan orangtua, kamu juga bisa mencoba bertanya dari sumber terpercaya lainnya, seperti guru atau dokter. Yang terpenting, mari mulai bicara dan berkomunikasi secara terbuka dengan orangtuamu tentang kesehatan seksual dan reproduksi.

Saling Menghargai: Membuka Pikiran Agar Saling Memahami

Saat berbicara dengan orangtuamu, persiapkan dirimu untuk menerima pendapat orangtua dan belajarlah untuk saling menghargai. Jangan langsung berpikir negatif dan menganggap pemikiran orangtua terlalu kolot atau jadul. Pahamilah sudut pandang orangtua yang selalu mengkhawatirkan anaknya dan hanya ingin melindungi dirimu. Mungkin akan ada saat-saat di mana orangtua berbeda pendapat denganmu, namun sebaiknya dengarkan dahulu dengan bijak dan saring informasi yang kamu butuhkan.

Selalu Bertanggung Jawab Atas Keputusan yang Kamu Ambil

Pada usia ini, kamu dan teman-temanmu mungkin penasaran tentang seks, dan mungkin berpikir untuk mencobanya. Sebelum mengambil keputusan yang dapat mengakibatkan konsekuensi besar, pikirkan terlebih dahulu semua aspek yang terkait dengan keputusan ini, seperti risiko kehamilan, efek terhadap hubungan dengan pacar, dan juga masalah kesehatan alat reproduksi yang pada tahap pubertas masih dalam kondisi belum sempurna.

  • Apakah kamu sudah siap dengan risikonya? Ada banyak risiko yang timbul akibat hubungan seksual, contohnya risiko terkena infeksi penyakit menular seksual jika kamu melakukan seks tidak aman.
  • Efek terhadap hubunganmu dan juga pacar: aktivitas seksual yang bersifat fisik dapat mempengaruhi psikologis dirimu dan juga pasangan, terutama jika salah satu atau keduanya belum siap untuk berhubungan seks.
  • Aspek perkembangan reproduksi: pada saat pubertas, organ reproduksi laki-laki dan perempuan masih dalam kondisi sedang berkembang dan belum terbentuk sempurna. Berhubungan seks terlalu muda dapat berakibat terganggunya kesehatan organ reproduksimu seperti terjadinya luka atau infeksi. Kehamilan yang terjadi terlalu dini juga sangat berisiko tinggi dan akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupanmu.

Yuk, jadi pelopor diskusi sehat tentang seksualitas! Karena, edukasi seksual itu #enaknyadiobrolin. Mulailah berbicara dengan orangtuamu, teman-temanmu, atau orang-orang terdekat yang kamu sayangi. Pelajari berbagai topik seputar Kesehatan Seksual Reproduksi lainnya yang tersedia di EDUKA5EKS untuk semakin memperkaya pengetahuanmu dan orang-orang di sekitarmu!