Breadcrumbs

Orgasme Wanita, Apakah Penentu Kepuasan Seksual?

dr.Valda Garcia

Ada beberapa hal yang menjadi penentu tingkat kepuasan seksual. Apakah orgasme wanita adalah salah satunya?

Orgasme sering dijadikan tolak ukur kepuasan seks, yang dapat memengaruhi keharmonisan. Benarkan orgasme wanita merupakan penentu kepuasan seksual?

Orgasme adalah puncak kenikmatan seksual yang dirasakan pada akhir sanggama. Lebih melekat pada wanita, tetapi secara arti istilah orgasme juga bisa dipakai pada pria.

Tahapan yang dilalui wanita hingga mencapai orgasme

Ketika wanita orgasme, terjadi proses perubahan fisiologis di tubuhnya. Berdasarkan studi observasi real-time oleh William H. Masters dan Virginia Johnson dalam jurnal “Human Sexual Response” tahun 1986, ada empat tahapan orgasme wanita:

  • Excitement (fase penuh gairah)

Ketika wanita distimulasi, baik fisik maupun psikologis, akan terjadi perubahan dalam tubuhnya. Salah satunya adalah pelebaran pembuluh darah.

Serangkaian perubahan tersebut membuat keluarnya cairan vagina sebagai pelumas seks alami. Ditemukan juga peningkatan denyut jantung, napas lebih cepat, hingga peningkatan tekanan darah.

  • Plateau (fase stabil)

Aliran darah ke vagina makin besar, sehingga membuat vagina lebih rapat atau membengkak. Tingkat ketegangan otot meningkat dan sejumlah otot mulai terisi darah. Napas memburu dan kulit terasa panas.

  • Orgasm (fase orgasme)

Wanita akhirnya mengalami orgasme, yaitu ketegangan otot tiba-tiba terlepas dan darah mulai meninggalkan kelamin.

Pada fase ini, terjadi kontraksi pada vagina secara teratur.  Rahim dan vagina akan berkontraksi dengan interval kira-kira 0,008 detik, mirip orgasme pria.

Orgasme wanita bertahan lebih lama dibanding pria. Bahkan, beberapa mengalami kontraksi setelah orgasme yang bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu hingga 24 jam. Wanita juga bisa orgasme beberapa kali jika terus-menerus dirangsang.

  • Resolution atau fase resolusi

Usai mengalami orgasme dan tak lagi distimulasi, tubuh wanita perlahan kembali seperti semula, termasuk dalam hal kecepatan napas dan denyut jantung.

Orgasme wanita merupakan penentu kepuasan seksual?

Mungkin karena lebih sulit dicapai ketimbang orgasme pada pria, ada yang menganggap orgasme wanita merupakan penentu kepuasan seksual. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Orgasme bukan satu-satunya penjamin kepuasan seksual. Interaksi dan kualitas hubungan kedua pasangan jauh lebih penting.

Interaksi yang baik akan menumbuhkan rasa saling percaya dan memahami, sehingga bisa sama-sama membantu dalam mencapai kepuasan seksual dan aspek lainnya dalam hubungan.

Bantu pasangan meraih orgasme dengan melakukan ini

Meskipun tidak 100 persen menjamin kepuasan seksual, tetapi orgasme wanita teramat penting. Raih dengan cara-cara di bawah ini:

  • Coba, deh, pakai pelumas!

Lubrikasi vagina sangat penting dalam sesi bercinta—tanda vagina siap dipenetrasi sehingga mencegah iritasi dan nyeri.

Meski sebetulnya proses ini terjadi secara alami saat terjadi rangsangan seksual, tetapi beberapa wanita butuh lubrikan tambahan akibat kondisi vagina yang kering. Penggunaan pelumas adalah solusinya. Selain untuk lubrikasi, cari juga pelumas yang juga bisa dimanfaatkan untuk memberi pijatan sensual penambah rangsangan.

Pilih pelumas berbahan dasar air, tidak lengket, tidak berwarna, tidak berminyak, dan tidak berasa; tidak menyebabkan iritasi kulit; aman digunakan bersama kondom; dan mempertahankan pelumas alami tubuh.

  • Pakai kondom yang tipis

Selain alat kontrasepsi, kondom juga bikin seks lebih membara. Pakailah kondom yang tipis untuk meningkatkan stimulus pada dinding vagina, memberikan sensasi yang lebih sensitif, sehingga orgasme lebih mudah dicapai. Pilih juga kondom yang terbuat dari lateks alami dan memiliki fitur easy-on shape.

  • Ciptakan komunikasi yang baik dengan pasangan

Meski perlengkapan ‘tempur’ di ranjang sudah lengkap, tetapi seks tak akan memuaskan tanpa adanya komunikasi yang baik dengan pasangan.

Ciptakan komunikasi yang baik dalam segala hal, termasuk urusan bercinta, demi membangun keharmonisan dan kepuasan seks bagi kedua pihak.

Jadi, orgasme wanita (atau pria) bukan penentu kepuasan seksual. Kunci terpentingnya adalah terciptanya komunikasi yang baik, sehingga dapat memahami keinginan satu sama lain. Dengan cara ini, tak hanya orgasme bisa diraih, tetapi juga kepuasan seksual dan makin eratnya kualitas hubungan dengan pasangan.

 

(RN/ RH)