Breadcrumbs

Hati-hati, Obat Penggugur Kandungan Ilegal Dapat Menyebabkan Komplikasi

Kehamilan yang tidak diinginkan dapat terjadi akibat perilaku seksual yang tidak aman. Ketahui risiko penggunaan obat penggugur kandungan tanpa pengawasan dokter.

Aborsi adalah prosedur untuk mengakhiri kehamilan. Umumnya, aborsi menggunakan obat atau operasi untuk mengangkat embrio atau janin dan plasenta dari rahim. Prosedur ini dilakukan oleh ahli medis profesional dengan pengawasan yang ketat.

Di Indonesia, aborsi yang dilakukan secara sengaja termasuk ilegal. Aborsi secara medis hanya dapat dilakukan dengan kondisi medis tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah jika kehamilan mengakibatkan risiko kesehatan yang mengancam nyawa sang ibu atau janin, misalnya terjadi komplikasi serius, janin yang menderita cacat genetik atau cacat bawaan yang akan menyebabkan bayi sulit bertahan hidup di luar kandungan. Kondisi lainnya adalah bila kehamilan terjadi akibat pemerkosaan yang menyebabkan trauma.

Selain kedua kondisi di atas, aborsi akan dianggap sebagai aktivitas ilegal dan dapat dikenakan sanksi hukum. Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk melakukan aborsi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Pada kehamilan muda di bawah dua minggu, menggunakan obat penggugur kandungan biasanya menjadi pilihan utama.

 

Risiko Penggunaan Obat Penggugur Kandungan

Obat aborsi ada beberapa macam, dan hanya dapat diberikan oleh ahli medis seperti dokter kandungan. Namun ada banyak risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat penggunaan obat aborsi, terutama jika dilakukan secara ilegal, di antaranya:

  1. Infeksi rahim: bakteri dari vagina atau leher rahim dapat memasuki rahim dan menyebabkan infeksi. Umumnya, dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi, atau pada kasus yang lebih parah, operasi dan rawat inap mungkin diperlukan.
  2. Aborsi tidak tuntas: bagian janin atau plasenta mungkin tidak sepenuhnya berhasil keluar dari rahim, dan hal ini akan memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Aborsi tidak tuntas akibat obat penggugur kandungan dapat menyebabkan infeksi dan pendarahan.
  3. Gumpalan darah di rahim: gumpalan drah yang menyebabkan kram parah terjadi pada sekitar satu persen wanita yang melakukan aborsi. Gumpalan ini biasanya dikeluarkan degnan metode kuret.
  4. Pendarahan hebat: pendarahan umumnya terjadi setelah menggunakan obat aborsi. Namun pendarahan hebat merupakan komplikasi yang membutuhkan penanganan medis secepatnya karena dapat mengancam nyawa.
  5. Sulit hamil kembali: aborsi dini dapat menyebabkan komplikasi yang membuat wanita sulit memiliki anak di masa depan.

Sebelum memikirkan menggunakan obat aborsi, pertimbangkanlah berbagai aspek terkait. Aborsi dapat menyebabkan trauma yang mendalam dan berisiko membahayakan kesehatanmu. Lakukan konsultasi dengan ahli medis untuk mengetahui opsi aborsi yang aman dan sesuai hukum.