Breadcrumbs

Mengenal Aborsi, Prosedur Medis Untuk Menggugurkan Janin

Aborsi legal adalah prosedur medis yang menggunakan pengobatan untuk menggugurkan janin pada kehamilan di bawah dua bulan.

Aborsi legal yang dilakukan dalam pengawasan ahli medis tidak membutuhkan pembedahan atau anestesi dan umumnya dilakukan di rumah sakit atau klinik. Tindakan menggugurkan janin ini lebih aman dan efektif bagi kehamilan di bawah 40 hari.

Melakukan aborsi adalah keputusan besar dengan konsekuensi emosional dan psikologis. Jika kamu sedang mempertimbangkan prosedur ini, ketahuilah apa saja yang terjadi saat melakukan aborsi medis, biaya aborsi, risiko, komplikasi dan alternatifnya.

 

Persyaratan Melakukan Tindakan Menggugurkan Janin Secara Medis

Aborsi legal dapat dilakukan oleh ahli medis jika terjadi keguguran, komplikasi kehamilan yang serius, atau kehamilan yang terjadi akibat perkosaan. Melakukan aborsi adalah keputusan yang serius, sebaiknya Anda mengkonsultasikan dengan keluarga terdekat atau dengan dokter sebelum memutuskan melakukan tindakan menggugurkan janin.

Sebelum dokter melakukan aborsi, akan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Dokter akan melakukan tes darah dan tes urin, serta memeriksa riwayat medis sang ibu. Pemeriksaan secara fisik juga akan dilakukan untuk memastikan kondisi kehamilan bukan kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dan bukan akibat adanya tumor pada rahim.

 

Berapa Biaya Aborsi Medis di Rumah Sakit?

Biaya aborsi dapat bervariasi, tergantung dari jenis obat yang digunakan, takaran dosis, serta prosedur tambahan yang mungkin dibutuhkan, seperti biaya rawat inap atau penanganan medis jika terjadi komplikasi.

 

Bagaimana Prosedur Aborsi Medis Dilakukan

Dokter akan memberikan obat aborsi untuk menggugurkan janin. Obat-obatan yang digunakan dalam aborsi medis dapat menyebabkan pendarahan vagina dan kram perut. Pada beberapa orang, tindakan aborsi juga dapat menyebabkan mual, muntah, demam, panas dingin, diare, serta sakit kepala.

Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi. Setelah menjalani aborsi, kamu akan disarankan untuk beristirahat untuk sementara waktu. Beberapa hal dapat terjadi setelah aborsi medis yang membutuhkan perhatian medis lebih lanjut, seperti pendarahan hebat, demam yang berlangsung lebih dari 24 jam, dan rasa sakit yang parah.

Setelah aborsi medis dilakukan, kunjungan lebih lanjut ke dokter perlu dilakukan, untuk memastikan aborsi benar-benar tuntas terjadi, dan mengevaluasi kondisi rahim. Untuk menghindari infeksi, hindari melakukan hubungan seks selama dua minggu setelah aborsi. Jika dokter mencurigai terjadinya komplikasi atau aborsi yang tidak tuntas, dokter mungkin akan melakukan tindakan medis lebih lanjut dengan pembedahan.

Kehamilan merupakan momen yang dapat mengubah hidupmu secara drastis. Oleh karena itu, terapkanlah perilaku seksual yang aman untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Kamu bisa berdiskusi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan informasi lengkap seputar kontrasepsi dan perilaku seks yang sehat.