Breadcrumbs

Risiko Kehamilan yang Tidak Diinginkan dan Bagaimana Menghadapinya

Tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan terkait erat dengan kurangnya pengetahuan seputar perencanaan keluarga yang baik.

Berdasarkan statisik, lebih dari separuh kehamilan yang terjadi setiap tahun adalah kehamilan yang tidak diinginkan atau direncanakan. Kehamilan yang tidak diinginkan menimbulkan risiko besar bagi wanita, tidak hanya berkaitan dengan kesehatannya, namun kesiapan mental serta faktor penyakit dapat mempersulit kondisinya.

Studi dari World Health Organization (WHO) juga menunjukkan bahwa kehamilan tidak diinginkan dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan bagi ibu dan anak yang dikandung, seperti malnutrisi, penyakit, penelantaran, dan bahkan kematian.

 

Penyebab Kehamilan yang Tidak Diinginkan

Kehamilan tidak diinginkan dapat terjadi ketika kamu dan pasangan belum ingin memiliki anak, atau ingin menunda menambah anak lagi. Namun karena satu dan lain hal, mungkin terjadi malfungsi kontrasepsi atau kamu tidak berhati-hati saat melakukan hubungan seksual.

Kehamilan dapat terjadi saat siklus menstruasi di mana sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium kamu dan mengalir ke tuba falopi. Ini disebut masa ovulasi, yang umumnya terjadi 10 hingga 16 hari sebelum kamu mengalami menstruasi. Sel telur hanya hidup selama 24 jam setelah ovulasi, dan sperma harus bertemu sel telur dalam periode tersebut agar kehamilan terjadi.

Metode kontrasepsi tradisional dengan menghitung kalender dapat menyebabkan kekeliruan saat melakukan hubungan seksual. Banyak orang berpikir bahwa kehamilan hanya akan terjadi jika berhubungan seks di hari ovulasi, padahal, sperma dapat bertahan di dalam tubuh wanita selama beberapa hari setelah berhubungan seks.

Inilah salah satu penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan, karena perhitungan kalender yang meleset menyebabkan kamu dan pasangan melakukan hubungan seksual yang tidak aman.

 

Menghindari Kehamilan Tidak Diinginkan Dengan PDKT

Untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, kamu dan pasangan wajib mengetahui langkah-langkah perencanaan keluarga dan #SiapkanWaktunya untuk memiliki anak di saat yang tepat.

Empat langkah PDKT berikut ini berfungsi untuk meningkatkan kesadaran dan kemudahan pemahaman terhadap perencanaan keluarga untuk mengurangi risiko kehamilan tidak diinginkan.

 

  1. Pahami Kesiapan Kamu Sendiri

Langkah pertama yang wajib dipahami adalah kesiapan dari dirimu sendiri. Tidak hanya menyangkut masalah kesehatan fisik, namun juga secara mental dan pikiran. Memiliki anak membutuhkan tanggung jawab dan mungkin saja akan membuat kehidupanmu berubah total.

Maka dari itu, pertimbangkanlah dari aspek kehidupanmu saat ini. Sudah siapkah kamu untuk mendedikasikan waktu untuk merawat dan mendidik anak? Apakah masih ada tujuan hidup yang ingin kamu capai? Misalnya bersekolah lagi, meniti karir, dan banyak hal lainnya.

 

  1. Diskusikan Kesiapan Bersama

Menjadi orangtua merupakan tanggung jawab yang sangat besar dan membutuhkan persiapan yang matang. Diskusikanlah secara terbuka bersama pasangan tentang berbagai implikasi dan komplikasi kehamilan yang tidak diinginkan, serta perencanaan masa depan keluargamu.

Kamu dan pasangan harus mempertimbangkan kesiapan finansial karena memiliki anak akan membutuhkan biaya yang besar untuk memenuhi semua kebutuhan anak.

 

  1. Konsultasikan Dengan Tenaga Kesehatan

Setelah kamu dan pasangan melakukan kedua langkah di atas, langkah selanjutnya adalah berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Dokter kandungan dapat membantu memeriksa kondisi kesuburan serta memberi saran seputar aktivitas seksual yang tepat.

Jika kamu ingin menunda kehamilan, kamu juga bisa berkonsultasi tentang penggunaan kontrasepsi dan mengetahui efek samping dari jenis kontrasepsi yang berbeda.

 

  1. Tentukan Metode Kontrasepsi

Paska konsultasi, pasangan dapat menentukan metode kontrasepsi yang tepat untuk menunda kehamilan. Ada banyak ragam kontrasepsi yang kini tersedia, namun yang perlu kamu pahami adalah tidak ada kontrasepsi yang bisa menjamin 100 persen kehamilan tidak akan terjadi.

Salah satu jenis kontrasepsi teraman adalah kondom. Kondom dianggap sebagai salah satu metode kontrasepsi terbaik karena bersifat non-hormonal sehingga tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh wanita. Selain itu, kondom juga mudah dipakai dan dapat ditemukan di banyak tempat.